Masakan Indonesia yang Teradaptasi Budaya Luar

Nasi Goreng

Nasi goreng (Hanzi: 炒飯) adalah sebuah komponen penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng. Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan.

Bahan:

  • 600 gr. nasi dingin
  • 3-4 sdm kecap manis
  • 1-2 sdm saos tomat
  • 5 sdm minyak untuk menumis

Bumbu yang dihaluskan:

  • 5 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 3-5 buah cabai merah atau menurut selera
  • ½ sdt terasi

Bahan Pelengkap:

  • Irisan mentimum
  • Telur mata sapi
  • Emping goreng
  • Bawang goreng
  • Acar mentimum

Cara membuat:

  • Dalam wajan, panaskan 5 sdm minyak dengan api sedang.
  • Tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga harum.
  • Masukkan nasi dingin.  Aduk rata.
  • Masukkan saos tomat dan kecap manis.   Aduk lagi hingga rata.
  • Angkat, dan siap dihidangkan dengan bahan pelengkap. ( Untuk Enam Orang )

Kwetiau

Kwetiau (粿條 guotiao; juga disebut 沙河粉 shā hé fěn) adalah sejenis mie Tionghoa berwarna putih yang terbuat dari beras. Dapat digoreng ataupun dimasak berkuah. Kwetiau merupakan makanan yang cukup populer di Indonesia, terutama di daerah Jakarta dan tempat-tempat lain yang banyak didiami warga keturunan Tionghoa. Kwetiau pada umumnya identik dengan etnis Hokkian dan Tio Ciu. Dalam penyebarannya di Indonesia, etnis Hokkian dan Tio Ciu berbeda dalam hal penyajian kwetiau. Etnis Hokkian yang banyak berdiam di Sumatera terkenal dengan kwetiau medan yang memakai baso ikan, lapchiong (sosis babi), dan telur bebek. Sedangkan etnis Tio Ciu yang banyak berdiam di Kalimantan terkenal dengan kwetiau sapi yang memakai daging sapi dan jeroannya seperti babat. Dalam perkembangannya muncul varian baru yang dikenal dengan sebutan kwetiau siram.

Bahan-bahan:
1 bungkus kwe tiau (mie yg lebar), rebus dan tiriskan
1 ikat sawi, cuci dan potong2
1/4 kg ayam, rebus dan suwir2 dagingnya
4 butir telur ayam
Kecap, klo saya mah pake Asl iswid
minyak goreng

bumbu halus:
4 bawang putih,
8 bawang merah, (klo bawang sini cukup 2 yang besar)
2 tomat
1 sendok teh lada bubuk
garam dan gula secukupnya

Cara pembuatan:
-kwetiau yang sudah direbus dilumuri minyak goreng dan kecap sampe rata
-tumis bumbu halus tadi sampe harum, lalu masukan telur ayam orak-arik, kemudian masukan ayam yg sudah disuwir2, sawi, garam dan gula secukupnya. Aduk sampe rata
-masukkan kwe tiau aduk rata, masak sampe bumbunya menyerap.
-angkat sajikan.

Capcai

Cap cai (Hanzi: 雜碎, hanyu pinyin: za sui) adalah dialek Hokkian yang berarti harfiah “aneka ragam sayur”. Cap cai adalah nama hidangan khas Tionghoa yang populer yang khas karena dimasak dari banyak macam sayuran. Jumlah sayuran tidak tentu, namun banyak yang salah kaprah mengira bahwa cap caiharus mengandung 10 macam sayuran karena secara harfiah adalah berarti “sepuluh sayur”. Cap di dalam dialek Hokkian juga berarti “sepuluh”, dan caiberarti sayur.

Porsi: 12 orang

Bahan:
2 buah bawang bombay diiris kecil
8 buah bawang putih diblender
1 buah chinese kol
1 kg wortel
1 buah bloemkol
½ kg ayam yang sudah dipotong kecil-kecil tanpa tulang
½ kg ati dan ampela2 sdm kecap ikan
2 sdm saus tiram
2 sdm maizena diencerkan dulu pakai air
700 ml air
Garam 2 sdt
Gula 2 sdt

Cara masak resep capcay :

  1. Tumis bawang bombay, bawang putih sampai harum
  2. Masukkan ayam hingga matang.
  3. Lalu masukkan saus tiram, kecap ikan dan air.
  4. Setelah itu berturut-turut wortel hingga setengah matang, lalu bloemkol , terakhir chinese kol.
  5. Setelah mendidih baru dimasukkan maizena.

Tentang febryano

saya lahir 25 februari 1991,sekarang saya kuliah di budi luhur angkatan 2009-2010.
Pos ini dipublikasikan di Masakan Indonesia, Masakan Indonesia yang Teradaptasi Budaya Luar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s